Minggu, 16 November 2014

Berbagi Semampunya

Ayo Berbagi...!
Jika postingan sebelumnya saya berbagi tips supaya kehidupan pribadi dan kehidupan sosial seimbang. Nah sekarang sekarang saya mau memberikan contoh, kehidupan sosial yang bisa dilakukan yaitu:

Donor Darah
Setiap 3 bulan sekali petugas PMI (Palang Merah Indonesia) datang ke kantor dan semua karyawan yang mau donor darah diperbolehkan. Sela-sela kerja saya dan teman-teman satu departemen bergantian meminta izin sebentar  untuk ikut donor darah. Ada yang harus saya siapkan terlebih dahulu sebelum donor darah karena kadar haemoglobin (Hb) saya biasanya rendah. Syarat untuk donor darah kadar Hb 12,5g% s/d 17,0g%, jika saya tidak bisa ikut donor darah hanya gara-gara kadar Hb tidak masuk batas standar rasanya sedih. Oleh karena itu sejak H-2 saya biasanya sudah banyak konsumsi sate kambing, makan daun singkong, pokoknya makanan yang kira-kiranya dapat meningkatkan kadar Hb. Selain itu harus istirahat yang cukup dan tidur secukupnya jangan bergadang dulu karena dikhawatirkan saat mau donor darah tekanan darah rendah.

Kegiatan Sosial Berasal dar Komunitas
Berkah gabung dengan komunitas sudah saya rasakan sejak tahun 2012, salah satunya saat itu ada Pers Conference launching film Ainun & Habibie di FX Mall Sudirman. Sebelum acara berlangsung kami meeting point di Bundaran Hotel Indonesia (HI), waktu itu hari minggu dan di sana lagi ada car free day. Kami disuruh untuk membagikan bunga kepada orang-orang yang ada di sekitar Bundaran HI dan 1 bunga yang dibagikan tersebut dihargai sebesar RP 10.000,00 yang akan didonasikan kepada Yayasan Ainun. Selain itu setelah acara pers conference launching Ainun Habibie, kami disuruh untuk menempelkan stempel pada suatu banner yang telah disedikan dan satu stempel tersebut dihargai sebesar Rp 10.000,00 dan  uang tersebut sama akan didonasikan kepada Yayasan Ainun. Kejadian diatas menggambarkan kalau untuk berbagi itu tidak selalu dalam bentuk materi dan tidak disangka-sangka kalau awalnya hanya mau hadir dalam acara pers conference launching film ternyata bisa ikut beramal juga.
 
Teman-teman llogger yang akan akan membagikan bunga di Bundaran HI, Sumber foto: iaalginat

Ada beberapa acara yang suka ngasih kaos kepada blogger, ada yang harus kaos tersebut langsung dipakai supaya pakaiannya warnanya seragam. Ada juga isi dalam godiebag adalah kaos. Jika sering hadir dalam acara blogger, lama kelamaan kaos yang didapat dari suatu acara banyak juga. Kaos-kaos tersebut saya simpan dan dan kumpulkan termasuk kaos yang baru saya pakai sekali selama acara berlangsung, lalu saya cuci an simpan. Jika ada yang membutuhkan saya berikan kaos tersebut pada orang lain.Misalnya saat ada bencana gempa atau banjir ada yang menampung sumbangan bisa uang, pakaian, sembako. Nah saat itu saya berikan kaos-kaos tadi. 

Blogger sering dikasih buku catatan, maksudnya untuk mencatat acara berlangsung. Kadang-kadang buku tersebut tidak dipakai karena bawa buku catatan sendiri. Kalau sering hadir dalam acara blogger buku-buku catatan juga lama kelamaan menumpuk. Saya suka bagi-bagikan pada saudara yang masih sekolah untuk buku latihan dirumah biasanya saudara yang masih TK (Taman Kanak-Kanak) bisa digunakan untuk buku latihan menulis selain sama saudara juga bisa dibagi-bagikan pada anak tetangga yang mau dan membutuhkan.
 
Inilah sedikit aksiku, walaupun sedikit semoga bermanfaat amin...!
Mana Aksimu...!

10 komentar:

  1. waahhh bner bgt mba lia, pada banyak dapet kaos n note book dr goodiebag acara2 hehe. sipp, selalu ada cara utk berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah teh daripada kaos nggak dipake cuman numpuk2 dilemari, buku atau note juga cuman jadi isi kardus lebih baik dibagikan pada yang membutuhkan

      Hapus
  2. Biasanya kaos hadiah ga sata pakai dan langsung saya kasih buat yg membutuhkan ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksh banyak mba irma senja udah mampir.

      Hapus
  3. Aksi-aksi seperti ini, bisa jadi refleksi buat masyarakat yang disibukan oleh pekerjaan dan bisa diingatkan kembali. Ia keren banget, euy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini dari pengalaman yang lia alami za mba.

      Hapus
  4. ikutan donor darah selalu ditolak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah emang ada persyaratannya sih seperti berat badan minimal dan kadar Hb kalau mau donor darah, mungkin nanti kalau mba lagi fit bisa ikut donor lagi.

      Hapus
  5. Ingin juga Mbak donor darah tapi waktu itu aku ditolak gara-gara kekurusan (boong kalau ini hahaha), nggak deng. Gara-gara abis vaksin serviks gitu, jadi takutnya vaksinnya nggak guna buat aku. Jadilah pulang deh, belum pernah donor sampai sekarang :D
    Tosss nget Mbak! Kalau ada gudibeg yang isinya kurang terpakai di aku, langsung aku kasih ke orang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh, senang sekali mba una mau berkunjung dimari.
      iyahlah mba kalau habis vaksin bukan vaksin servik saja vaksin apapun emang nggak boleh donor.

      Hapus