Minggu, 25 Maret 2012

Berusaha dan Berdoa "Aku Belajar dari Mimi"



Catatan hati, karena temanya adalah catatan hati untuk semua yang yang dirasa, di dengar  dan dilihat. Inilah yang dirasa, didengar dan dilihat selama bulan maret ini.


Hari jumat 09/03/2012 merupakan hari bersejarah yang tertoreh untuk seorang teman. Teman itu sebut saja namanya Mimi, karena beliau usianya berbeda dengan aku maka aku sering menyebutnya dengan sebutan Mimi. Awalnya beliau menolak di sebut Mimi, namun karena tidak berdaya untuk menolaknya maka akhirnya pasrah saja. Saat kita berdua selesai makan siang di sebuah cafe yang rindang oleh hijaunya pohon-pohon dan juga semilir angin yang bertiup agak kencang, tiba-tiba Mimi yang ada di samping aku melihat handphone dan ternyata ada sebuah message yang masuk. Awal message tertulis:

Dear Bu Mimi
Selamat Siang Bu Mimi Saya HRD dari PT… ingin mengabarkan bahwa hasil MCU ibu yang dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2012 telah diterima dan ternyata ibu masuk kedalam kualifikasi Kami. Silahkan ibu melaksanakan proses resign pada perusahaan tempat ibu bekerja saat ini dan Ibu bisa mulai bekerja pada waktu yang telah kita bicarakan pada waktu itu.

Mimi tiba-tiba teriak dan memeluk erat aku sambil mengucapkan syukur Allhamdulilah atas Nikmat yang Allah berikan pada hari ini. Senyum kebahagian mengembang pada wajahnya dan rona bahagia pun menghiasi hari itu. Yah,,, siapa yang tidak akan bahagia jika tidak disangka-sangka kabar gembira itu datang begitu cepat. Aku menjadi saksi hidup dalam sejarah baru yang akan dirangkai Mimi. Sebenarnya sedikit ada perasaan sedih karena posisi aku saat ini seperti dua sisi mata uang satu sisi ikut bahagia akan tetapi satu sisi lagi sedih karena sebentar lagi aku akan kehilangan teman aku itu. Seperti pada postingan sebelumnya dapat di baca di sini.

Aku, Mimi dan Mamih Jhony di kantor kalau memanggil kita masing-masing kadang-kadang dengan sebutan jeng. Sehingga kami sering disebut dengan TrijengQ, karena saat makan siang, waktu solat dan pulang sering bersama-sama. Awalnya dari kami bertiga yang ngebet pengen resign adalah aku, namun tiap kali ada panggilan kerja aku belum menemukan tempat yang sesuai dengan keinginan. Mamih Jhony resign dari tempat kerja di akhir bulan Desember 2011,  sekarang di susul oleh Mimi. Mimi akan resmi resign pada tanggal 05 April 2012, yah sekarang tidak lebih dari 2 minggu lagi aku bisa bersama Mimi.  

Banyak hal yang akan teringiang-ngiang kalau mengingat Mimi. Mimi memiliki suara yang khas kalau bilang jeng. Kalau aku lagi kebetulan bareng dinas sore sama Mimi, menjelang pulang pasti Mimi akan bilang “ Jeng… (dengan suara khasnya) tungguuuu, aku matiin komputer dahulu yah”. Tanpa Mimi sadari itu selalu terjadi setiap kali kita lagi bareng dinas  sore. Selain itu kalau Mimi baru datang saat mau dinas sore Mimi selalu bilang “jeng…. (dengan suara khasnya) pusingggg….. kepalanya kleyengan…..”. Selain itu kalau di sela-sela lagi kerja Mimi lewat untuk mengambil hasil print, Mimi menghampiri dan tangannya melayang untuk mencubit sambil bilang “jeng… gemess, abis gendut sich”. Memang kadang kesel sich karena cubitan Mimi dahsyat jadinya sekali cubitannya sakit dan kesel pula disebut gendut namun apalah daya, tak berdaya melawan cubitan Mimi. Mimi kalau dibercandain bisa ketawa geli dan tidak tanggung-tanggung kadang ketawanya bisa menggemparkan saking kencengnya. Namun itulah Mimi, pasti akan kangen dengan teriakan Mimi.

Setelah Mimi benar-benar resign dan tidak lagi satu tempat kerja, pastinya akan sepi tidak akan lagi yang panggil “jeng”, tidak ada lagi yang bilang “tidak pake bawang goreng” setiap kali memesan makanan, tidak ada lagi yang ketawa kencang, tidak ada lagi yang menjadi Mimi antagonis saat tangannya mencubit, tidak ada lagi yang gangguin, tidak ada lagi yang nitip makanan saat aku lagi bagian dinas sore dan tidak ada lagi yang bilang “kiri yahhhh…. (dengan suara juteknya) saat naik angkutan umum dan  banyak lagilah.

Awalnya aku yang dulu ngebet pengen resign, eh akhirnya malah aku yang ditinggal resign oleh sahabat-sahabat aku ini. Entah apa rencana Allah yang sudah dipersipkan untuk aku ke depannya, mungkinkah ini pertanda bahwa aku akan bisa melewatinya semua ini sendiri…???. Pastinya semua itu akan ada hikmah dari setiap kejadian begitu pula dengan kejadian yang aku alami ini.  Aku belajar dari kejadian Mimi, dia yang berpegang teguh pada keinginannya untuk resign dan sampai pada akhirnya mendapatkan tempat kerja baru yang lebih baik. Untuk mendapatkan hal itu Mimi  tidak mengenal kata menyerah. Selain itu semua usahanya diiringi dengan doa setiap harinya, aku yang sering ke mesjid bersama-sama dengan Mimi, setiap kali solat dalam sujudnya lama sekali, seperti lagi memanjatkan doa. Selain itu solatnya pun  dilaksanakan dengan khusuk. Mungkin saja semua usaha aku selama ini kurang diiringi dengan doa makanya Allah belum mengabulkan keinginan aku ini.

Jika bulan ini aku belum ada kesempatan untuk mendapatkan kerja di tempat lain, maka aku berharap suatu saat nanti aku pun bisa mengikuti jejak Mamih Jhony dan Mimi. Aku pun yakin aku bisa seperti mereka asalkan aku pantang menyerah dan disertai dengan berdoa. Aku pernah mendengar kata ini “Allah akan mengabulkan sesutu yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan”. Mungkin saja saat ini Allah belum mengabulkannya karena aku belum butuh untuk pindah kerja. Mungkin juga menurut Allah aku pindah kerja sekarang ini bukanlah hal yang terbaik untuk saat ini. Sesuatu yang dianggap baik menurut manusia belum tentu baik di mata Allah. Mungkin saja juga Allah mempersiapkan rencana lain yang indah yang jauh di luar dugaanku.

Afirmasi, jika mereka bisa, akupun pasti bisa. Aku yakin pasti bisa pindah kerja sesuai dengan yang aku inginkan.


Posting ini diikutsertakan dalam Giveaway

10 komentar:

  1. hmm... tulisannya sangat hidup menceritakan sosok Mimi, makasih atas partisipasinya ya mba, aku masukkan ke list peserta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh kembali mba. Sejujurnya aku sedih di akhir bulan Maret ini. Jika aku boleh memilih, aku tidak mau hadir saat tanggal 5 April, sebagai hari terakhir mimi di kantor karena pasti akan berurai air mata

      Hapus
  2. sukses untuk GAnya yaa :D
    nice ^^
    salam buat mimi yaa.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksh banyak
      Mskh juga telah mampir ke catatan hati aku hehhee...
      Doain yah semoga aku kuat di tanggal 5 April, sebagai hari terakhir mimi di kantor.
      Akan aku sampaikan salamnya kepada Mimi.

      Hapus
  3. jauhkah mbak tempat kerja baru sahabat anda itu? tetap komunikasi mbak biar gak putus silaturahmi..

    semoga anda juga segera mendapatkan pekerjaan baru yang anda idamkan.. aamiin

    sukses giveawaynya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak jauh sich mas, cuman berbeda kota saja. Namun yah namanya juga tidak satu atap lagi pastinya aku akan sangat merasa kehilangan, apalagi saat jam makan siang dan saat waktunya salat, karena hampir setiap kali kami bersama melakukan aktivitas itu.

      terima kasih atas doanya, aku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan pekerjaan baru sama seperti Mimi, aminnn

      thanks juga telah mampir ke catatan hati ke blog aku.

      Hapus
  4. hai hai...Amin buat semua doa2nya,

    pasti sedih ditinggal para sahabat, tp kan bersahabat bisa dilanjutkan wlw ga satu tempat kerja lagi...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga mba, eh ternyata mba ini namanya mimi juga hehee, emang mba, sedih bgt kehilangan sahabat yang dekat

      Hapus
  5. semoga do'anya cpt di kabulkan ya.. :)

    BalasHapus