Rabu, 25 Januari 2012

Custom Teletubbies


Semoga gw kaga telat ikutan kontes saweran 3 warna ini. Waktunya sudah tinggal hitungan jam lagi kontes ini di tutup. Entah karena gw kelamaan mikir untuk cari ide atau apalah. Berjuta alasan yang hendak keluar. Baiklah Kalau gw ikutan kategori cerita lucu takutnya para juri tidak ketawa terguling-guling, so karena cerita gw tidak selucu sule dan andre hahaa…J. Kalau gw ikutan kategori cerita sedih, takutnya cerita gw juga tidak dramatis seperti cerita romeo & juliet. Kalau begitu gw memutuskan untuk ikutan Kontes saweran 3 warna kategori foto saja. 


Foto ini gw beri judul yaitu “Custom Teletubbis”
Foto ini diambil di tempat kerja, saat itu tepatnya hari kamis, gw di suruh over time sama bos karena ada sampel urgent yang harus beres hari itu juga. So, gw bergegas langsung mengerjakan sampel itu, karena dengan pikiran biar cepat pulang. Namun apa yang terjadi hari itu, waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB, gw telah selesai mengerjakan sampel tersebut. Ketika akan di serahkan laporannya, ternyata sampel yang gw kerjakan dengan sampel yang kudu kerjakan berbeda tanggal alias gw salah seharusnya yang gw kerjakan adalah sampel yang datang sebulan yang lalu dan gw malah mengerjakan sampel bulan ini. Jrengggg, jrengggg… apa yang terjadi dikala itu..??? gw dimarahin sich tidak, karena bukan murni kesalahan gw juga. Gw kan hanya mengerjakan yang salah adalah yang ngambil sampel tersbut, *alibi gk mau disalahkan sendirian.

Foja (Fose Jaim)
Jam pun terus berputar pada rotasinya, akhirnya gw mengerjakan sampel tersebut dari mulai ngambil sampel. Nah disinilah sebenarnya cerita tentang custom teletubbis ini dimulai. Untuk masuk mengambil sampel gw harus memakai baju itu. Sebenarnya namanya bukan baju teletubbis, cuman karena gw kaga tau namanya jd gw mengatas namakan baju itu “custom teletubbis”. Badan letih sudah dari pagi, konsentrasi pun sudah buyar, akhirnya untuk mengobati kekesalan karena salah mengerjakan sampel tersebut akhirnya gw kelurkan ke narsisan gw ini.  
Foco (Fose Cool)


Foke (Fose Kepeleset)

Foketal (Fose kepala gatal)
Fosang (Fose Sakit Pinggang)
Foma (Fose Malu)


Foto itu mukanya ditutup masker bukannya gw malu dengan fose-fose itu tapi memang prosedur di ruangan itu harus pake masker. *ngeles sedikit hahaaa J

Eh..eh…seperinya gk banget dech gayanya gw di foto itu, kesannya gw muka tembok yah hahhaaa….J, tapi biarkanlah karena gw cuman punya foto itu yang kata gw sich aneh. Mudah-mudahan juri ketawa ngakak ampe guling-guling dech lihat foto gw. 
Fopo (Fose Pocong)













Nurlia Paizah (IaAlginat) berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108.




"Semoga Belum Telat"

Sabtu, 14 Januari 2012

"Paket Panas"

Jenuh, Bete, Kesel dan Malas, keempat itu semua rupanya satu “paket panas” yang selalu hadir saat bad mood. Kapan sich merasakan “paket panas” itu hadir pada diri kita tanpa di undang…???  Jenuh hadir saat bosan dengan rutinitas yang dijalani yang sama-sama saja, ibarat kata rutinitas tersebut berjalan datar seperti panjangnya jembatan suramadu. Jenuh saat kerja wajarkah…??? Gw rasa itu wajar, gw yang baru saja merasakan dunia kerja yang baru seumur jagung, sudah merasakan jenuh dengan semua ini. Bosan dengan aktivitas pagi-sore yang terus dijalani dan malas saat akan melaksanakan aktivitas tersebut. Saat jenuh ini, gw berpikir kenapa orang-orang bisa bertahan hingga mencapai puluhan tahun dengan aktivitas yang dilakukan sama. Apakah mereka tidak dihinggapi “paket panas ini”…??? Jawabannya hanya ada pada merekalah. Lantas apa sich yang harus gw lakukan saat “paket panas” ini melanda diri…??? Saat ini gw belum bisa menjawab apa no statement.

Saat ditinggalkan resign oleh teman kerja yang cukup akrab, “paket panas” yang terus-terusan hadir seakan sudah tidak bisa di tolerir lagi. Jika dulu saat ada yang bisa di ajak berbagi seberat apapun kondisinya, terasa ringan untuk dijalani karena selalu ada yang menghibur, memberikan saran dan mengundang untuk selalu ketawa. Walaupun sekarang masih ada mimi di sini, namun tidak bisa all out seperti dulu, karena terkadang mimi pun tidak masuk ataupun berbeda jam kerja.

Monday  tiba pasti pagi itu perasaan tak ada semangat, merasa lelah dan adrenalin tidak terpacu. Heyyyy, padahal baru juga Monday, dalam seminggu itu yang paling disenangi adalah weekend. Walaupun weekend itu tidak di habiskan oleh liburan, namun perasaan ringan saja. Ada sich seseorang yang mengatakan “anggap saja kalau hari ini adalah hari jumat dan besok adalah sabtu”. Namun itu tidak cukup untuk gw jadikan sebagai pemacu hadirnya semangat.     

“Paket Panas” ini tidak boleh jika gw biarkan berlarut-larut. Walau bagaimana pun gw harus segera bangkit dari keterpurukan ini. Jika hari ini gw kehilangan teman kerja, gw berharap jika suatu saat nanti, saat gw bisa menembus pintu ini gw bisa kerja bareng kembali. Lantas apa yang harus gw lakukan untuk menumbuhkan rasa semangat kembali…??? Hal itu masih ada dalam pikiran, karena sampai saat ini gw  belom menemukannya.

Silahkan berikan sarannya..!!!

Selasa, 10 Januari 2012

Titik menjadi Koma

Apa yang terpikirkan oleh anda sore ini…???
Petang saat awan yang terang akan berganti gelap, sedikit perasaan tak jelas hinggap pada jiwa yang lagi redup. Teringat saat matahari bersinar terang, gordeng kamar masih tertutup rapat, lampu kamar bersinar terang dan selimut masih rapat menutup jiwa yang lelah. Jiwa yang terkuras tenaganya demi menjalankan suatu kewajiban. Lantas apakah yang terjadi saat itu…???. Suara lagu berirama musik barat berbunyi memenuhi ruangan kamar, ternyata itu adalah ringtone telpon masuk. Mata yang susah di buka mencoba untuk membaca layar telpon, untuk mengetahui siapa yang memanggil di pagi yang hendak menjelang siang, sedikit panasaran menyelubungi pikiran karena yang menelepon adalah kode area 021. Saat aku angkat suara “selamat pagi…!!! Apkah ini benar dengan…
Suara senang langsung berubah menjadi kebingungan. Ini bukan kali pertama aku mengalami hal yang sama seperti ini, karena sebelumnya juga pernah pada kondisi yang seperti ini. Senang karena usaha selama ini hampir mendekati titik terang, bingung karena titik tersebut seolah-olah akan berubah menjadi koma. Sehingga untuk mencapai titik tersebut masih perlu jalan yang masih panjang. Sampai saat ini aku masih berpikir, sebenarnya yang terbaik itu yang seperti bagaimana dan dimanakah itu berada…???.  Saat jalan kesempatan terbuka lebar seolah-olah jalan tersebut langsung ada portalnya. Jika sampai hari ini saya belum bisa membuka portal jalan itu, semoga suatu saat nanti portal tersebut akan terbuka dengan sendirinya dan keyakinan yang kuat. Tuhan semoga pilihan aku hari ini adalah benar, amin…

Sabtu, 07 Januari 2012

Senyum merupakan sebuah Karunia


Bercerita sedikit, foto ini diambil saat teman saya merayakan ulang tahun pada tanggal 29 desember 2011. Mahkota yang saya pake ini, digunakan sebagai kado untuk teman saya, karena teman saya senang dengan princess gtu, yah untuk iseng-iseng saja  dan properti untuk foto. Saya pun tertarik untuk meminjam mahkota teman saya ini untuk digunakan sebagai properti saat foto. Akhirnya saya menggunakan foto ini dalam senyum ekspresi blogger di http://blogdetik.com/


Judul Foto: Senyum merupakan sebuah Karunia

Senyum Ekspresi Blogger

Senyum

Mengapa senyum dikatakan sebagai sebuah karunia…??? karena senyum merupakan sebuah ekspresi dari seseorang yang sedang mendapatkan kebahagian. Bahagia merupakan anugerah dari Tuhan, oleh karena itu harus bersyukurlah pada Tuhan masih diberikan kenikmatan yang luar biasa sampai detik ini masih bisa merasakan senyum. Marilah kita jalani hari ini dan jemput masa depan dengan senyum. Walaupun kesedihan terkadang menghampiri akan tetapi jangan sampai berlarut-larut dan harus kembali tersenyum saat mentari datang di pagi hari. 


Jalan Menuju Sehat


 “Making More Health For Family, Menjadikan keluarga lebih sehat”. Kata yang tepat untuk saya katakan adalah “Making More Health For Me, Menjadikan menjadikan diri sendiri lebih sehat”. Hal ini disebabkan karena yang terlibat dalam kegiatan ini hanya saya sendiri.

Saya berasal dari cianjur. Beberapa tahun ini saya kost di bogor, Tepatnya di daerah Cidangiang. Alasan utama saya untuk kost karena saya kuliah di IPB bogor dan setelah saya lulus pun saya bekerja di Bogor. Lokasi kost’an saya jauh dari jalan raya, mungkin kalau diukur jaraknya kurang lebih 1 KM. Jalan dari dan menuju kost’an, harus melewati jalan menurun dan menanjak yang curam. Awalnya jujur saja, saya merasa berat dengan kondisi ini, tapi letak kost’an yang bisa dibilang cukup strategis membuat saya betah dan tidak terpikir untuk pindah.


Dari dulu, setiap saya berangkat kuliah saya selalu berjalan kaki. Jangan ditanya bagaimana rasanya,yang pasti capek sekali. Keringat bercucuran di wajah seperti orang yang habis cuci muka, baju selalu basah keringat setiap berangkat melewati tanjakan curam, belum lagi nafas yang ngos-ngosan, kaki pegal linu “nyut-nyutan”. Sewaktu SMA saya kuat untuk lari pagi sejauh 3 km. Namun sekarang 1 km saja, saya sudah merasa sulit. Sempat  terlintas dalam benak saya, jika umur 22 tahun saja saya sudah kesulitan seperti ini, apalagi jika saya sudah tua kelak. Rasa takut jika sudah tua dan penyakitan pun menghantui saya. Pernah suatu kali saya berjalan-jalan disalah satu mall ternama di bogor. Seorang sales dari sebuah tempat fitness artis datang menghampiri mewarkan program fitness. Dengan harga yang lumayan untuk seorang mahasiswa, fasilitas yang “wah” dan pastinya personal trainer yang ganteng luar biasa serta janji mereka untuk bisa membuat saya jadi sehat dan langsing dengan waktu cepat, sangat menggiurkan. Akhirnya saya tertarik untuk mencoba masuk dan melihat-lihat kondisi di tempat fitness itu. Benar-benar pemandangan yang luar biasa, personal trainer yang  ganteng bisa jadi penyemangat untuk fitness, fasilitas alat olahraga yang canggih, mereka juga memberikan bonus tas, handuk dan tempat minum dengan nama tempat fitness tersebut. Sempat terpikir untuk ikut bergabung dengan program fitness tersebut, tapi jika dilihat dari sisi harga promo untuk program fitness yang mereka tawarkan, terlalu besar budget-nya untuk seorang mahasiswa. lebih baik uangnya dibelikan tiket nonton bioskop, makan barsama teman, atau untuk membeli keperluan lain. Bukannya saya segan untuk berolahraga, tetapi saya mencari olahraga yang murah meriah dan pastinya tetap membuat saya sehat, bukan hanya sehat badan tapi sehat dompet juga.

Akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan kegiatan rutin berangkat kuliah berjalan kaki melewati jalan menanjak curam dari kost’an saya sebagai olahraga. Kita sering tidak berolah raga secara teratur dengan alasan waktu maupun biaya. Padahal, tidak semua olah raga membutuhkan alat khusus atau waktu yang lama, jalan kaki misalnya. Jalan kaki hanya membutuhkan alas kaki yang nyaman. Olah raga ini juga tidak memerlukan pakaian khusus, asal sedikit longgar dan terbuat dari bahan yang ringan, dapat menyerap keringat  dan memungkinkan kita bergerak dengan bebas. Murah meriah, tidak perlu modal besar untuk beli sepatu dan baju fitness, bisa dilakukan kapanpun saya mau, dan yang pasti sama adalah melatih otot kaki, menghasilkan keringat dan membuat badan jadi lebih sehat. Anggap saja kondisi jalan yang curam merupakan media untuk melakukan sprint dalam bentuk sederhananya.


Saya teringat peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. selain berangkat kuliah, saya juga berolahraga tiap pagi dan sambil pulang kuliah. Hal ini sangat efektif karena pada saat yang bersamaan saya bisa melakukan dua hal yang sangat berarti.


Sebuah artikel menyebutkan bahwa:“jalan sehat di pagi hari dapat meningkatkan metabolisme tubuh, menguatkan kerja otot dan jantung, sehingga membuat tubuh menjadi rileks, segar, aktif dan berenergi sepanjang hari. Kalori yang dibakar kita saat berjalan hampir sama dengan kalori yang terbakar saat melakukan jogging. Bahkan jalan kaki dapat dijadikan cara alternatif untuk menurunkan berat badan. Fakta mengungkapkan banyak orang mampu menurunkan berat badan sebanyak 9 kg dalam setahun hanya dengan olahraga jalan sehat di pagi hari (sumber:http://helath.detik.com)”.


Kebiasaan ini terus saya lakukan sampai sekarang setelah saya bekerja. Setiap pagi saya berangkat kerja dengan berjalan kaki dari kost’an sampai ke jalan padjajaran untuk naik angkot. Setelah turun angkot di PDAM, masih ada jarak sekitar 500 meter lagi untuk sampai ke tempat saya bekerja. Kesempatan jarak 500 meter ini saya pergunakan kembali untuk berolahraga jalan kaki setiap pagi berangkat kerja dan setiap sore saat pulang kerja.


Hasilnya, alhamdulillah sekarang saya merasa badan saya jauh lebih sehat. Saya sudah bisa  mengatur napas alias tidak ngos-ngosan lagi kalau harus berjalan dengan  jarak yang jauh. Keringat yang berlebihan seperti saat pertama kali melewati jalan curam ini juga bukan jadi penghalang lagi untuk saya.


Aktivitas yang sekilas terlihat sepele dan biasa saja ini, ternyata memberikan banyak manfaat. Dikutip dari sebuah artikel di hdindonesia.com menyebutkan bahwa, dengan berjalan kaki secara teratur juga diyakini dapat meningkatkan rasa percaya diri, menjaga stamina dan meningkatkan energi. Disamping itu, berjalan kaki juga merupakan salah satu cara untuk mengontrol berat badan. Yang tidak kalah penting lagi, berjalan kaki dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker usus, ketegangan (nervous) dan osteoporosis. Berjalan kaki di taman sambil menikmati pemandangan alam juga dapat membantu menenangkan pikiran, memperbaiki mood dan mengurangi depresi. Dengan kata lain, pejalan kaki, dapat hidup lebih lama.


Oleh karena itu saya menyarankan agar kita membiasakan untuk berjalan kaki daripada mengendarai motor ataupun mengendarai mobil apabila jarak tempuhnya dekat. Selain lebih sehat, kita bisa menghemat BBM, menghemat uang, mengurangi kecepatan global warming, dan mengurangi polusi udara sehingga lebih bersih.



Foto saat jalan pagi




Ini adalah tulisan pertama saya yang dibuat untuk mengikuti lomba menulis dengan tema  “making more health”. Allhamdulilah  mendapatkan hadiah, walaupun cuman hadiah hiburan yaitu sebuah kamera digital, tapi saya senang dan ini membuat saya lebih termotivasi lagi untuk belajar menulis lagi.