Judul :
Personal Branding “Kunci Kesuksesan Berkiprah di Dunia Politik”
pengarang :
Dewi Haroen
Tebal
: 294 halaman
Harga :
Rp 65.000,00
Latar
belakang penulis untuk menulis buku ini karena fenomena politik
sekarang ini banyak terjadi penyimpangan dalam penerapan stategi
personal brand oleh politisi atau konsultan politik di
Indonesia sehingga masyarakat tidak melihat adanya keterkaitan antara
personal brand atau citra diri yang disampaikan pada saat
kampanye dengan kinerja personalnya saat sudah terpilih, sehingga
masyarakat memandang negatif aktivitas branding atau pencitraan diri.
Kata pengantar dalam buku ini selain ditulis oleh penulis itu
sendiri juga khusus ditulis oleh Prof.Dr. Hamdi Muluk, Guru Besar
Psikologi Politik Universitas Indonesia, beliau mengatakan “bahwa
buku ini merupakan seba serbi hal yang penulis tekuni yaitu psikologi
secara umum, karena didalamnya mengupas khusus tentang persepsi,
komunikasi, motivasi, kepribadian, kepemimpinan dalam bentuk
serpihan-serpihan dalam bingkai personal branding. Buku ini
terdiri dari 2 bagian yaitu berbicara mengenai konsep branding
serta hubungannya dengan perilaku manusia dan bagaimana branding
kita lakukan, apa saja yang mendukung dan apa yang harus dihindari.
Manusia
pada dasarnya memiliki keinginan untuk dihargai dan dikenal sebagai
orang hebat orang yang dapat dipercaya maka apabila meminjam konsep
marketing dan komunikasi politik hal itu yang disebut
branding. Branding adalah
aktivitas yang kita lakukan untuk membangun persepsi orang lain
terhadap kita mengenai siapa kita. Branding memiliki
arti hitam putih karena pada dasarnya
branding merupakan istilah yang sering dipakai dalam dunia
marketing atau politik yang mengandung konotasi membujuk orang,
merekayasa diri sendiri atau hal-hal yang sedikit negatif. Sebenarnya
tanpa disadari nahwa kegiatan kita sehari-hari yang kita lakukan itu
sebenarnya kita sedang melakukan branding yang nantinya akan
menjadi brand kita dikemudian hari. Brand atau merek
dapat diartikan sebagai tanda, simbol, desain yang tujuanyan sebagai
definisi sehingga memiliki perbadaan antara satu dan yang lainnya.
Secara marketing bahwa merek yang telah didesain itu memiliki empat
macam makna yaitu atribut, menfaat, nilai dan kepribadian. Personal
Branding sangat menunjang untuk untuk kesuksesan seseorang di
panggung politik karena dapat membangun diferensiasi, membangun
positioning, memperkuat persepsi yang tertanam pada orang lain
tentang anda, menjadi jembatan lahirnya kepercayaan dan menjadi pesan
yang akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran anda
merupakan solusi atas masalah mereka. Personal branding tidak
bisa diciptakan secara instan namun perlu dilakukan jauh sebelum
datangnya tahun politik atau momen-momen kampanye. Personal branding
berbeda dengan menciptakan rekayasa tentang diri anda, personal
branding adalah penjelasan dari 3W, siapa anda, apa yang telah
anda lakukan sebelumnya dan apa visi dan misi anda ke depan. Personal
branding merupakan penjelasan atau proses komunikasi tentang
karakter, kompetensi dan kekuatan anda (3K)
Tujuh
kesalahan umum dalam personal branding
- Memahami hanya sebatas mengiklankan diri
- Korelasi lemah atau nihil antara janji dan bukti, antara iklan dan kinerja
- Hanya numpang tenar pada tokoh partai, tidak menunjukan dan membuktikan jatidiri dan karakter personal
- strategi, tujuan dan target yang tidak jelas sehingga progresnya sulit diukur termasuk dalam memilih media yang tepat dan isu yang diangkat
- Tidak memiliki kreativitas dalam program kerja yang bisa menarik minat masyarakatberpikir cukup dengan membagi-bagikan sembako dan memberikan sumbangan pada tempat ibadah.
- Maunya bersembunyi dibalik iklan dan layar, tidak mau terjun langsung ke lapangan.
- Ikut-ikutan orang banyak tidak menampilkan karakteristik dan kualitas yang unik dan berbobot sehingga menghasilkan diferensiasi dan persepsi yang kuat.
Pemahaman
diri adalah kunci. Pemahaman diri bukan sebatas mengetahui kebutuhan
dana sekian milyar, bukan sebatas mengetahui butuh pendukung sekian
suara atau hanya sebatas memahami apa masalah yang dihadapi. Namun
yang lebih penting dari proses pemahaman diri yang terpenting yaitu
adalah memahami apa motivasi terjun ke politik. Motivasi akan
mengarahkan tindakan, motivasi akan terkait dengan kualitas kinerja,
motivasi akan terkait dengan ketahanan, kreativitas, tanggung jawab,
moralitas, sasaran perjuangan dan akan terkait dengan apa yang akan
dilakukan saat menang ataupun kalah. Intinya, motivasi ini akan
terkait dengan keseluruhan hidup dalam berpolitik. Banyak yang hanya
siap menang di kontes politik tapi tidak siap kalah oleh karena itu
banyak caleg yang setres bahkan gila saat kalah. Kekalahan adalah
sebuah kontestasi politik sudah pasti tidak bisa dihindari lagi yang
perlu dilakukan adalah menentukan langkah yang akan diambil dalam
menyikapi kekalahan tersebut. Banyak orang hebat atau organisasi
besar yang lahir dari kekalahan atau dari situasi yang sulit. Kalah
atau menang, kita tetap harus berusaha menjadi “pemenang” yaitu
pemenang atas diri sendiri
personal branding bukan hanya bisa diimplentasikan di dunia politik, di dunia kerja ataupun di kehidupan sehari-hari pun kita bisa menggunakan konsep personal branding...ingin seperti apa kita dikenal oleh orang lain....namun tetaplah menjadi diri sendiri dan tidak dibuat-buat sikapnya....
BalasHapuspenasaran jd pengen baca buku ini....